‘Orgasme Rusak’, Saat Si Dia Bikin Anda Tiba-tiba Gagal Capai Klimaks

Jakarta, c4d-forum.de

Siap untuk eksperimen ranjang yang seru? Saatnya mencoba ruined orgasm alias orgasme rusak.

Topik menyoal eksperimen urusan ranjang rupanya tak cuma perkara foreplay. Orgasme pun bisa sedikit dimainkan, salah satunya dengan orgasme rusak.

Orgasme sendiri dianggap sebagai puncak seks. Namun, mengapa harus dirusak?

“Bagi kebanyakan orang, pengalaman orgasme yang hancur bisa menjadi fetish, di mana mereka mengalami kesenangan dan kepuasan dari penolakan kesenangan,” ujar Rev. Rucifer, edukator seks, seperti dikutip dari Healthline.

Dia menjelaskan, orgasme rusak adalah ketika seseorang mencapai puncak intensitas seksual dan menuju orgasme, tapi pada saat akhir, momen ini dirusak begitu saja. Menurutnya, orgasme seperti ini memadukan kontrol yang kerap dieksplorasi dalam seks kink.

Orgasme rusak juga bisa memadukan unsur sadisme dan masokisme. Kenapa? Ada pihak yang memegang kontrol, dominasi, dan kekuasaan.

Daniel Saynt, pendiri The New Society for Wellness di New York City, menjelaskan bahwa ada sensasi kekuatan dan kebanggaan saat Anda bisa memberikan pasangan kesenangan dan memilih untuk merenggutnya.

“Kenikmatan sadis untuk menolak membiarkan pasangan Anda mencapai orgasme berakar pada kontrol, ingin mengendalikan pengalaman seksual dan mengambil kepemilikan atas orgasme pasangan Anda,” kata Saynt, mengutip dari Cosmopolitan.

Bagaimana cara melakukannya?

1. Mulai dengan ‘consent’




Ilustrasi. Orgasme rusak adalah aktivitas seksual yang tiba-tiba berhenti saat seseorang hampir mencapai klimaks. (Istockphoto/KAZITAFAHNIZEER)

Kerusakan atau kegagalan mungkin tidak ada dalam kamus Anda dan pasangan. Sebaiknya, komunikasikan dengan pasangan soal eksperimen ini sehingga ada kesepakatan atau consent.

“Jangan cuma mengikat pasangan dan mulai menyiksanya tanpa kesepakatan bahwa ini adalah sesuatu yang ingin dicoba,” kata Carol Queen, seksolog di Good Vibration.

2. Bangun sensasi ‘panas’

Queen merekomendasikan pihak dominan untuk menggoda pihak submisif. Pihak dominan tidak harus laki-laki, perempuan pun bisa saja jadi pihak yang dominan dan memegang kontrol.

Goda si dia dengan sentuhan-sentuhan erotis, hand job atau fingering. Mulai dari area-area di luar area intim hingga ke area ‘utama’. Berikan kejutan-kejutan seperti dengan menggoda area intim lalu tarik lagi ke area lain.

3. Stimulasi beruntun

Orgasme bisa dirusak dengan terlalu banyak stimulasi atau rangsangan. Ini sama saja Anda tidak memberikan kesempatan atau jeda untuk seseorang mencapai ‘puncak’.

Setelah orgasme, biasanya orang masih sangat sensitif. Coba lanjutkan stimulasi sehingga momen orgasme ini benar-benar rusak.

4. Mainkan dan hentikan

Mungkin selangkah lagi orgasme bisa dicapai. Namun, Anda bisa merusak kesenangan ini dengan menghentikan permainan. Hal ini menyebalkan, tetapi ternyata ada saja yang menemukan kenikmatan dari ‘kehancuran’.

Anda bisa melakukan stimulasi terus-menerus sampai pasangan ‘panas’ atau tiba di titik orgasme akan terjadi. Setelahnya, hentikan permainan dan minta pasangan untuk ‘menyelesaikannya’ secara mandiri.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Viral Perhiasan dari Air Mani Mirip Mutiara, Mau Coba?