Para Pecinta Aroma Bensin Harus Waspada, Bisa Picu Penyakit Mematikan

Jakarta, c4d-forum.de

Menghirup aroma bensin ternyata berbahaya. Saking bahayanya, terlalu sering menghirup aroma bensin bisa memicu kanker paru.

Bagi sebagian orang, aroma bensin memang memiliki nilai candu tersendiri. Baunya dianggap menenangkan. Tidak sedikit orang yang malah sengaja menghirup bensin saking sukanya.

Dokter spesialis paru Erlang Samoedro mengatakan bahwa mencium bensin, apalagi jika terlalu sering, memang berbahaya. Bahaya muncul akibat kandungan racun yang ada di dalamnya.

Bensin, kata Erlang, mengandung metana dan benzena. Keduanya adalah senyawa kimia yang cukup berbahaya.

Paparan uap metana atau benzena yang terhirup saat mengisi bensin bisa berdampak negatif untuk kesehatan.

Bahkan, untuk beberapa orang yang sensitif, uap bensin bisa menyebabkan mual dan muntah hingga sakit kepala.

“Tidak boleh dihirup, karena bahaya. Dia termasuk hidrokarbon,” kata Erlang saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (6/9) malam.

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang bisa muncul akibat sering mencium aroma bensin.

1. Kanker paru

Aroma bensin bisa membahayakan paru-paru Anda. Masalah awal yang bisa dialami mungkin berupa batuk hingga sesak napas.

Bukan cuma itu, Erlang menyebut, racun berupa benzena yang masuk ke paru-paru saat terhirup bisa menyebabkan kanker paru.

2. Gangguan irama jantung




Ilustrasi. Aritmia, salah satu bahaya menghirup aroma bensin. (Istockphoto/ RapidEye)

Senyawa kimia yang terdapat pada bensin juga bisa mengganggu fungsi jantung. Racun pada bensin bisa menyebabkan aritmia.

Aritmia sendiri merupakan kondisi saat detak jantung tak beraturan. Jika dibiarkan, masalah ini bisa meningkatkan risiko kematian.

3. Gangguan pencernaan

Masalah pada pencernaan bahkan tidak membutuhkan waktu lama. Bagi beberapa orang yang sensitif terhadap bau bensin, maka masalah akan muncul saat itu juga.

Gangguan pencernaan yang muncul biasanya berupa mual, muntah, hingga diare.

“Efeknya juga Anda bisa mengalami dehidrasi,” tambah Erlang.

Itulah beberapa bahaya mencium aroma bensin yang saat ini harganya sedang naik.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Puncak Macet, Pengunjung Taman Wisata Matahari Naik 20 Persen