Penyakit Jantung Tetap Jadi Penyebab Kematian Tertinggi saat Pandemi

Jakarta, c4d-forum.de

Infeksi virus corona penyebab Covid-19 yang meradang selama dua tahun ke belakang ternyata tak membuatnya jadi penyebab kematian tertinggi di dunia.

Covid-19 hanya menempati urutan ketiga penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak sejak 2020. Kenyataannya, penyakit jantung tetap menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, lebih tinggi di atas Covid-19.

Dokter spesialis penyakit jantung di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Wisnu Aditya Widodo mengatakan, meskipun Covid-19 bisa menyebabkan puluhan ribu kematian dalam waktu singkat, tapi tetap tidak bisa menggeser penyakit jantung yang berada di posisi puncak.

“Sebelum ada pandemi, [penyakit] jantung ada di urutan pertama, dan ternyata setelah pandemi pun dia tetap di urutan pertama,” kata Wisnu dalam webinar yang digelar RSPI secara daring, Senin (1/8).

Hal ini, kata dia, didapat berdasarkan data di seluruh dunia. Penyakit jantung juga tidak hanya menyerang lansia, mereka yang masih berusia sekitar 30 tahun juga memiliki risiko yang sama.

“Jika dulu penyakit ini identik dengan lansia, orang [berusia] di atas 60-an, sekarang pasien saya banyak yang masih di usia 30 dan rata-rata sudah cukup parah [penyakitnya],” kata dia.

Berikut ini perbandingan lima teratas penyakit penyebab kematian tertinggi pada kurun waktu 2000 hingga 2019 dan 2020 setelah Covid-19 muncul.

Lima daftar penyakit penyebab kematian tertinggi 2000-2019

– penyakit arteri koroner
– stroke
– penyakit paru obstruktif kronis
– lower respiratory conditions atau masalah pada saluran pernapasan bawah seperti paru-paru
– kondisi neonatal.

Lima daftar penyakit penyebab kematian tertinggi setelah muncul Covid-19

– penyakit jantung

Baca Juga :  Waspadai Sindrom Syok Dengue dan Cara Mencegah DBD

– kanker
– covid-19
– cedera yang tidak sengaja, bisa karena kecelakaan
– penyakit paru obstruktif kronis.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]