Perselingkuhan Picu Trust Issue, Kenali Tanda Kepercayaan Mulai Luntur

Jakarta, c4d-forum.de

Istilah trust issue alias masalah kepercayaan mendadak ramai di media sosial. Warganet mengaitkannya dengan isu perselingkuhan yang menimpa pesohor Reza Arap dan Adam Levine.

Sebenarnya, apa itu trust issue?

Kepercayaan adalah bagian penting dalam hubungan. Seperti dikutip dari Very Well Mind, saat hubungan dibangun dengan kepercayaan, Anda bisa menjadi diri sendiri, merasa aman, dan fokus pada hal-hal lain yang lebih positif. Anda juga tak perlu takut menunjukkan sisi paling rapuh.

Orang yang mengalami masalah pengkhianatan, seperti perselingkuhan, bisa memiliki trust issue. Kondisi ini terjadi saat Anda merasa tidak aman dalam hubungan yang dijalani, baik saat ini maupun yang akan datang.

Akibatnya, hubungan selalu dibayangi rasa curiga dan skeptis akan apa yang dilakukan pasangan.

Celakanya, sering kali trust issue hadir tanpa disadari. Banyak orang merasa baik-baik saja, namun sebenarnya tidak.

Jika dibiarkan, trust issue bisa memicu masalah yang lebih rumit.

Untuk itu, Anda perlu tahu beberapa tanda trust issue. Siapa tahu ternyata Anda pun mengalaminya.

1. Kerap berasumsi negatif

Trust issue membuat seseorang kerap berpikir negatif terhadap orang-orang di sekitar.

Misalnya, Anda akan bertanya-tanya apa yang diharapkan seseorang saat mereka datang memberikan bantuan.

2. Mengecek ponsel si dia




Ilustrasi. Sering mengecek ponsel si dia, salah satu tanda trust issue. (iStockphoto)

Pernah merasa curiga dengan siapa saja si dia menjalin komunikasi? Mengecek ponsel mungkin jadi agenda wajib sehari-hari. Kebiasaan ini pun bisa terus dilakukan meski sudah memiliki hubungan baru.

Seperti dikutip dari Elite Daily, privasi itu penting dalam setiap hubungan. Anda tak perlu sampai mengecek ponsel si dia terus-menerus.

Jika memang rasa curiga tak tertahankan, maka Anda bisa meminta izin untuk mengakses ponselnya.

3. Menganggap orang lain sebagai ancaman

Masalah kepercayaan akan memicu munculnya kecenderungan untuk memantau gerak-gerik pasangan. Anda menganggap orang di luar hubungan sebagai ancaman, padahal sebelumnya tidak.

Misalnya saja, Anda merasa tak nyaman saat si dia menyukai beberapa foto teman lawan jenisnya. Atau, saat Anda merasa resah ketika si dia bertemu dengan teman-temannya.

4. Sulit memaafkan

Setiap hubungan tak akan lepas dari konflik. Tapi Anda tak perlu khawatir, setiap konflik pasti bisa diselesaikan saat salah satu atau kedua belah pihak mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Hanya saja, hal ini sulit terjadi jika sudah ada trust issue. Anda cenderung sulit memaafkan, bukan hanya pada pasangan, tapi juga orang-orang sekitar.

5. Menjaga jarak

Dalam banyak kasus, trust issue membuat orang membangun ‘tembok’ antara dirinya dan orang lain.

Di permukaan, relasi seolah masih berjalan baik-baik saja, tetapi sebenarnya tidak ada kedekatan atau komunikasi yang selayaknya. Rasa takut akan pengkhianatan dan kekecewaan membuat orang menarik diri agar tidak terlibat dalam relasi lebih jauh.

6. Terus-menerus menguji cinta pasangan

Cinta dan kepercayaan memang perlu bukti nyata, bukan sekadar kata.

Hal di atas benar adanya. Namun, jika terus-menerus menguji rasa cinta pasangan demi menjawab kecemasan, maka lama-kelamaan hubungan bisa hancur.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  3 Keutamaan Bulan Muharram yang Penuh Kemuliaan