Pesta Bir Tahunan Oktoberfest Kembali Digelar Tahun Ini

Jakarta, c4d-forum.de

Festival bir tahunan Oktoberfest di Jerman kembali digelar di tahun ini, setelah dua tahun tertunda akibat pandemi Covid-19.

Perayaan ini dihelat selayaknya pesta rakyat di halaman rumput yang luas atau yang dikenal oleh penduduk lokal dengan Wiese. Di perayaan itu, mereka akan menikmati segelas besar bir.

“Wiese akan berlangsung,” kata Ketua Oktoberfest Clemens Baumgaertner kepada wartawan, seperti yang dikutip AP News.

Dia mengatakan, festival bir yang populer di ibukota Bavaria ini akan diadakan tanpa ada protokol kesehatan. Acara akan berlangsung pada 17 September-3 Oktober mendatang.

“Ini akan terjadi seperti yang kita lakukan di tahun 2019 dan tidak ada cara lain,” tambah Baumgaertner.

Oktoberfest, pertama kali diadakan pada tahun 1810 untuk menghormati pernikahan Putra Mahkota Ludwig dari Bavaria dengan Putri Therese. Festival ini pernah dibatalkan puluhan kali selama lebih dari 200 tahun akibat perang dan pandemi.

Sebelum pandemi Covid-19 menyerang, pesta ini berhasil mengundang 6 juta orang bersuka ria di setiap tahunnya. Banyak dari mereka mengenakan pakaian tradisional Bavaria. Para wanita dengan gaun Dindrl, sedankan pria mengenakan Lederhosen atau celana kulit selutut.

Sekitar 487 pabrik bir, restoran, pemanggang ikan dan daging, penjual anggur dan lainnya akan hadir dan siap melayani pengunjung.

Tenda bir pertama akan dibuka pada pukul 9 pagi dan tutup 22.30 malam, pesanan terakhir akan diambil pada 21.30 waktu setempat.

Secangkir bir berukuran satu-dua liter akan dihargai antara 12,60 hingga 13,80 euro atau sekitar Rp191 ribu sampai Rp209 ribu. Menurut situs resmi Oktoberfest, harga yang dipatok naik 15 persen dibandingkan dengan harga di tahun 2019.

Baca Juga :  Ibu Muda Wajib Hati-hati, Salah Cara Gendong Bayi Bisa Bahaya

Hidangan khas Bavaria yang dikenal dengan ‘piring penyembelihan’ tak akan absen pada perayaan kali ini. Satu piring penuh tersaji sosis darah, hati dan perut babi, daging babi panggang dengan kulit yang renyah, roti, asinan kubis, irisan daging sapi panggang dengan daging rusa rebus serta pasta spaetzle buatan warga lokal.

(auz/asr)

[Gambas:Video CNN]