Pria Italia Kena Cacar Monyet, Covid, HIV, ‘Carmon’ Penyakit Seksual?

Jakarta, c4d-forum.de

Publik mulai resah dengan munculnya penyakit cacar monyet di Indonesia. Apalagi penyakit ini sering dikaitkan dengan perilaku seksual kelompok tertentu.

Tapi apakah benar cacar monyet termasuk infeksi menular seksual?

Baru-baru ini, seorang pria Italia juga didiagnosa terinfeksi cacar monyet, covid-19, dan HIV di waktu yang sama. Kasusnya terungkap dalam laporan yang diterbitkan dalam Journal of Infection. Para ilmuwan telah mempresentasikan kasus koinfeksi pertama yang didokumentasikan dengan virus cacar monyet, sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (SARS-CoV-2), dan human immunodeficiency virus (HIV).

Munculnya kasus itu tentu makin membuat publik bertanya-tanya perihal status penyakit cacar monyet, apakah benar tergolong dalam infeksi menular seksual?

Dokter spesialis kulit yang juga menjabat sebagai ketua satgas Monkeypox atau Clades PB IDI Hanny Nilasari mengatakan cacar monyet bukan penyakit menular seksual, tapi memang tidak bisa dibantah ada orang dengan kecenderungan seksual tertentu, misalnya gay yang terkena penyakit ini.

“Ini bukan infeksi melalui seks saja. Cacar monyet ini juga tidak tergolong seksual transmited infection,” katanya dalam sebuah webinar beberapa waktu lalu.

Jika memang ada kelompok dengan kecenderungan seksual penyuka sesama jenis terjangkit cacar monyet, ini terjadi karena kontak fisik antara mukosa dengan mukosa di antara mereka lebih tinggi.

“Risiko tinggi itu ya karena kontak intens pada mereka, tapi bukan berarti mereka yang terpapar cacar monyet memiliki kecenderungan seksual tertentu, ingat ini adalah penyakit menular yang bisa menyerang siapa saja,” kata dia.

Bukan cuma itu, Hanny juga mengingatkan bahwa cacar monyet bukanlah penyakit yang mematikan. Tingkat kematian pada pasien yang terpapar cacar monyet hanya sebesar 0-16 persen. Selain itu, cacar monyet juga merupakan jenis penyakit yang bisa sembuh sendiri atau self limiting.

“Selama imunitasnya dijaga, banyak minum, makanan bergizi penyakit ini tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus,” katanya.

Baca Juga :  FOTO: Anjing 'Terjelek' di Dunia, Tetap Bahagia di Dekapan Ibu

(tst/chs)

[Gambas:Video CNN]