Pria Italia Terinfeksi Cacar Monyet, Covid-19, HIV di Waktu Bersamaan

Jakarta, c4d-forum.de

Seorang pria Italia didiagnosa terinfeksi cacar monyet, covid-19, dan juga HIV di waktu yang sama.

Kasus ini terungkap dalam laporan yang diterbitkan dalam Journal of Infection. para ilmuwan telah mempresentasikan kasus koinfeksi pertama yang didokumentasikan dengan virus cacar monyet, sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (SARS-CoV-2), dan human immunodeficiency virus (HIV).

Mengutip laman News Medical, pasien pria berusia 36 tahun itu menghabiskan lima hari di Spanyol pada Juni 2022. Selama di sana, dia melakukan hubungan seksual dengan pria tanpa kondom. Setelah kembali ke Italia, dia pun sempat demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, dan pembesaran kelenjar getah bening.Setelah melalui pemeriksaan dia dinyatakan positif Covid-19.

Namun berbeda dengan gejala covid-19 biasanya, dia juga mengalami ruam kulit parah di wajah dan bagian tubuh lainnya, diikuti dengan pembentukan pustula. Dia pun memutuskan kembali ke rumah sakit.

Dalam laporan medis rumah sakit, Dia menyebutkan menderita sifilis pada 2019. Pada 2021, dia dites infeksi HIV, tetapi laporannya negatif.Dia juga menyebutkan dirawat dengan carbamazepine karena gangguan bipolar. Ia didiagnosis COVID-19 pada Januari 2022. Terkait vaksinasi, ia melaporkan menerima dua dosis vaksin Pfizer pada Desember 2021.

Pemeriksaan fisik ditemukan bintik-bintik dan lesi kulit di berbagai bagian tubuh, termasuk daerah perianal.Organ hati, limpa, dan kelenjar getah bening pun terlihat membesar.

Setelah dilakukan tes swab PCR, tes tersebut mengonfirmasi infeksi cacar monyet. Ia juga dinyatakan positif HIV.Urutan genom SARS-CoV-2 mengkonfirmasi bahwa ia terinfeksi dengan sub-varian omicron BA.5.1.

Dia pun diisolasi di rumah sakit dan diberi obat 500 mg sotrovimab intravena. Pada hari kelima pasca masuk, hampir semua gejala sembuh, meskipun ia tetap positif SARS-CoV-2 dan virus cacar monyet. Dia juga melanjutkan isolasi mandiri di rumah sampai hari ke delapan. Namun saat tes kembali, dia masih positif cacar monyet.

Baca Juga :  Liburan di Indonesia Aja, Ada Diskon Tur Jawa-Bali dengan AntaVaya

Para ilmuwan menyarankan bahwa pasien dengan gejala mirip flu serta riwayat perjalanan baru-baru ini ke daerah wabah cacar monyet harus diperiksa untuk tes covid-19 dan cacar monyet bahkan jika mereka tidak menunjukkan lesi kulit atau ruam.

(chs)

[Gambas:Video CNN]