Ramai Dibicarakan, Bagaimana Efektivitas Vaksin Cacar Monyet?

Jakarta, c4d-forum.de

Kasus cacar monyet kian meluas. Meski belum terkonfirmasi, kini satu suspek cacar monyet bahkan telah teridentifikasi di Jawa Tengah, Indonesia.

Tak ayal, hal tersebut membuat wacana penggunaan vaksin cacar monyet untuk mencegah penyebaran penyakit pun meluas. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pun telah terbuka soal memberikan kemungkinan izin penggunaan vaksin ini.

Salah satu vaksin yang telah digunakan oleh sejumlah negara adalah Imvanex yang dipasarkan di Eropa dan Jynneos yang dipasarkan di Amerika Serikat. Vaksin itu diproduksi oleh perusahaan farmasi asal Denmark, Bavarian Nordic.

Lantas, bagaimana efektivitasnya?

Melansir AFP, kedua vaksin itu pada dasarnya dikembangkan untuk melawan cacar. Sementara perkiraan perlindungan untuk melawan cacar monyet sebesar 85 persen.

Alasan mengapa vaksin untuk cacar biasa ini bisa digunakan untuk vaksin cacar monyet juga diungkap oleh Kepala unit virus dan kekebalan di Institut Pasteur Prancis, Oliver Schwartz. Ia mengatakan bahwa protein virus untuk cacar monyet dan cacar memiliki kemiripan 90-95 persen.

“Jadi menggunakan vaksin yang sangat mirip untuk memblokirnya adalah strategi yang terbukti,” katanya.

Meskipun belum ada data skala besar tentang perlindungan vaksin Bavarian Nordic terhadap infeksi Monkeypox, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa vaksin ini sangat efektif.

“Angka perlindungan vaksin 85 persen berasal dari studi lapangan pada 1980-an dan 1990-an di Kongo,” kata Schwartz.

Dia menambahkan bahwa penelitian yang dilakukan terhadap petugas kesehatan pada 2018 dan percobaan pada monyet telah menunjukkan bahwa vaksin bisa efektif, bahkan setelah pasien terjangkit cacar monyet.




Ilustrasi. Wacana penggunaan vaksin cacar monyet kini mulai meluas. (iStockphoto/somboon kaeoboonsong)

Orang yang telah mendapatkan dosis vaksin ini sebelum tahun 1980 diketahui memiliki kekebalan dari cacar monyet, meski tingkat dan durasinya belum diketahui pasti.

Schwartz mengatakan bahwa penelitian selama tahun 2000-an itu menemukan sekitar 30 persen dari mereka yang divaksinasi dua dekade sebelumnya masih memiliki antibodi terhadap cacar.

Dia menambahkan bahwa dosis booster akan ‘mengaktifkan kembali imunitas seluler, bahkan setelah 20 hingga 40 tahun’.

Selain vaksin cacar monyet dari Bavarian Nordic, dua vaksin cacar lainnya, ACAM2000 dan LC16, saat ini sedang dipelajari untuk menentukan efektivitasnya terhadap cacar monyet.

Amerika Serikat saat ini memiliki lebih dari 100 juta dosis persediaan ACAM2000. Namun demikian, vaksin cacar monyet satu ini diyakini bisa memicu lebih banyak efek samping.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Mengenal TAT, Metode Pengobatan Holistik yang Didalami Reza Gunawan