Ramai-ramai Tolak Pengajuan Kebaya ke UNESCO, Apa Sebabnya?

Jakarta, c4d-forum.de

Busana kebaya rencananya akan diajukan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Namun, belakangan muncul wacana untuk mengajukan kebaya secara bersama-sama atau multi nation dengan negara lain seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Alasannya, kebaya juga menjadi pakaian khas di ketiga negara tersebut.

Tak ayal, hal tersebut lantas memicu kritik dari berbagai pihak. Alih-alih mengajukan kebaya secara bersama-sama, mereka ingin agar kebaya diajukan dengan single nation.

Anggota Koalisi Tradisikebaya.id, Etti RS mengatakan bahwa pengajuan kebaya ke UNESCO bersama dengan beberapa negara lainnya akan membiaskan riwayat budaya. Dari mana asal muasal kebaya yang sesungguhnya akan jadi membingungkan.

“Apabila diakui banyak negara, mungkin saja kebaya tidak lagi menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia, bukan lagi bagian dari jati diri bangsa. Karena itu, saya kira akan banyak komunitas yang menolak wacana ini,” ujar Etti dalam keterangan resminya, Selasa (16/8), melansir Antara.

Pengajuan kebaya secara multi nation ini juga dinilai bisa berdampak pada warisan budaya lainnya. Hal ini akan membuat generasi muda kehilangan akarnya.

Di tempat terpisah, pekerja seni Dian Sastrowardoyo mengajak masyarakat untuk menjadikan kebaya sebagai busana kebanggaan Indonesia. Dian berharap pemerintah bisa mencanangkan kebaya sebagai pakaian wajib yang digunakan pada hari-hari tertentu.

“Kalau dulu kita wajib berbatik sewaktu berangkat kerja atau sekolah, kalau bisa suatu hari dicanangkan sama pemerintah, busana nasional atau kebaya wajib, satu atau dua hari dalam seminggu,” ujar Dian.

Dian dan beberapa orang lainnya kini tengah menggaungkan gerakan “Kebaya Goes to UNESCO”. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk mengunggah fotonya berkebaya di laman tradisikebaya.id.

Baca Juga :  Jalan Panjang Kebaya di Nusantara, Dulu dan Kini

Gerakan ini dimulai sejak 9 Agustus lalu hingga 9 Desember mendatang, sebagai langkah untuk melestarikan kebaya.

(del/asr)

[Gambas:Video CNN]