Sepotong Nostalgia di Restoran Tip Top Medan

Jakarta, c4d-forum.de

Habib Nasution berjalan perlahan sambil dipapah istrinya memasuki Restoran Tip Top. Sore itu, Habib menemani sang istri untuk reuni SMA bersama teman seangkatannya.

Tip Top menjadi pilihan sebagai sarana mereka bernostalgia di masa muda. Pilihan itu terasa wajar, mengingat Tip Top sudah ada di Medan, Sumatera Utara, sejak tahun 1934.

Bagi para orang tua yang saat ini berumur 60 tahun ke atas, restoran ini merupakan tempat gaul anak-anak muda pada masanya.

Habib pun kembali membuka memori masa mudanya. Ia mengaku pertama kali menginjakkan kaki di Tip Top sekitar tahun 1950.

“Barangkali (pertama ke sini) tahun 50-an lah ya, dibawa abang saya kemari. Kalau dulu, emang ini yang paling tersohor restorannya,” kata Habib, Jumat (12/8).

Habib menceritakan mulanya restoran ini tempat nongkrong orang-orang Belanda pada masa kolonial. Penduduk asli Medan jarang mengunjungi restoran yang juga menyediakan bakery dan kopi khasnya.

Ia pun bisa mencicipi berbagai kuliner di Tip Top, karena abangnya menempuh pendidikan di sekolah Belanda pada saat itu.




Suasana di Restoran Tip Top, Medan. Restoran ini merupakan salah satu restoran tertua di Indonesia, berdiri sejak 1929 dengan nama Restoran Jangkie. Mulanya restoran Jangkie berada di Jalan Pandu, namun pada 1934 pindah ke Kesawan sekaligus berganti nama menjadi Tip Top.Suasana di Restoran Tip Top, Medan. (Foto: c4d-forum.de/Damar Iradat)

Saat itu Tip Top jadi tempat pertemuan orang-orang Belanda dengan berbagai konsuler luar negeri yang ada di Medan.

“Karena Belanda banyak kerja di pelabuhan, di perkebunan, konsuler. Mereka ketemunya di sini nanti. Restoran ini kan restoran bagus,” ungkap pria berumur 88 tahun itu.

Pengalaman serupa juga disampaikan Mulyati. Menurutnya Tip Top merupakan tempat yang digandrungi orang-orang Medan di Tahun 70-an.

Perempuan berumur 67 tahun itu mengaku menjadikan Tip Top sebagai tempat bertemu kekasihnya pada malam minggu atau sekadar mencicipi kue bersama teman-teman sekolah.

“Karena tempatnya enak, makanannya enak,” kata Mulyati.




Habib Nasution, salah satu pengunjung langganan Tip Top sejak tahun 1950anPengunjung setia Restoran Tip Top, Habib Nasution. (Foto: c4d-forum.de/Damar Iradat)

Sampai sekarang, Mulyati mengaku sesekali mengunjungi Tip Top apabila kembali ke Medan. Menurutnya datang ke Tip Top bisa menjadi sarana nostalgia masa-masa SMA.

“Kalau datang ke Medan pasti ke Tip Top. Sekaligus untuk nostalgia,” imbuhnya.

Meski Tip Top sudah berumur lebih dari 88 tahun, namun bangunannya tampak tak berubah. Dari luar, bangunan tersebut dilapisi cat berwarna peach dengan kelir kayu di lantai duanya.

Berada di pinggir Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kesawan, bangunan ini langsung menarik perhatian.

Dari luar langsung terlihat area veranda yang sudah dipenuhi orang, baik untuk sekadar ngopi-ngopi, maupun mencicipi kuliner khas Tip Top.


Menyantap Makanan Sambil Membuat Kenangan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Baca Juga :  Bocah Inggris Masuk RS, Diduga Infeksi Salmonella Kinder Surprise