Sering Dianggap ‘Sepaket,’ Tapi HIV dan AIDS itu Berbeda

Jakarta, c4d-forum.de

Bandung tengah jadi sorotan. Ini bermula dari munculnya data ratusan mahasiswa terkena HIV AIDS Bandung.

Sebenarnya HIV dan AIDS tidaklah sama. Orang yang terkena HIV belum tentu memiliki AIDS, tapi sebaliknya jika Anda terkena AIDS pasti memiliki HIV.

Ribuan orang yang terkena HIV/AIDS Bandung bukan hanya mahasiswa. Ada juga ibu rumah tangga usia produktif yang terpapar penyakit ini. Meski sebenarnya ribuan orang yang disebut menderita HIV/AIDS ini adalah data kumulatif dari 1992-2021.

Apa beda HIV dan AIDS?

HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Ini membuat manusia lebih rentan sakit.

Melansir berbagai sumber, HIV bekerja dengan cara memecah sel-sel tertentu dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Kebanyakan orang dengan HIV tidak memiliki gejala apapun selama bertahun-tahun dan merasa baik-baik saja.

Jika virus ini telah masuk ke tubuh Anda, maka HIV tidak akan pernah hilang. Meski demikian dengan pengobatan rutin Anda bisa menurunkan peluang menularkan penyakit ini ke orang lain, serta membuat kondisi tubuh tetap stabil.

Tanpa pengobatan, HIV dapat menyebabkan AIDS. Tetapi dengan obat-obatan, orang dengan HIV dapat berumur panjang, hidup sehat dan menghentikan penyebaran HIV ke orang lain.

Lalu apa itu AIDS?

Melansir NHS, AIDS atau acquired immune deficiency syndrome adalah nama yang digunakan untuk menggambarkan sejumlah infeksi dan penyakit yang berpotensi mengancam jiwa. Penyakit ini bisa terjadi ketika sistem kekebalan tubuh telah rusak parah akibat virus HIV.

Berbeda dengan HIV, AIDS tidak bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain, tapi virus yang menyebabkan AIDS yakni HIV, bisa.

Baca Juga :  Mengenal Vaskulitis, Penyakit Autoimun yang Diderita Ashton Kutcher

HIV dan AIDS bukanlah hal yang sama, dan orang dengan HIV tidak selalu mengidap AIDS.

Seiring waktu, HIV yang tidak diobati akan menghancurkan jenis sel penting dalam sistem kekebalan tubuh yang disebut sel CD4 atau sel T. Sel ini berguna untuk melindungi Anda dari infeksi.

Ketika Anda tidak memiliki cukup sel CD4 ini, tubuh tidak dapat melawan infeksi seperti biasanya. Pada titik ini, AIDS bisa terjadi.

AIDS adalah tahap paling serius dari HIV, dan bisa menyebabkan kematian dari waktu ke waktu.

Kapan orang HIV bisa terkena AIDS?

Tanpa pengobatan, perlu waktu 10 tahun untuk mengubah HIV menjadi AIDS. Pengobatan memperlambat kerusakan yang disebabkan oleh virus dan dapat membantu orang tetap sehat selama beberapa dekade.




Foto: Istockphoto/ Andy
Ilustrasi test HIV

Lantas bagaimana HIV menular agar bisa dilakukan pencegahan dan tidak menjadi AIDS?

Penyebaran utama virus ini melalui hubungan seksual. Sebab HIV memang bisa dibawa melalui air mani, cairan vagina, lendir di dubur, darah, hingga air susu ibu.

Virus juga bisa masuk melalui luka dan selaput lendir yang ada di tubuh. Lebih jelasnya, berikut cara penularan HIV yang bisa diwaspadai.

– Melakukan hubungan seks vaginal atau anal
– Berbagi jarum saat menggunakan narkoba atau membuat tato.
– Penggunaan obat-obatan terlarang.
– Ibu hamil atau menyusui yang memiliki HIV bisa menular ke bayi mereka.

Itulah penjelasan tentang HIV/AIDS Bandung yang saat ini tengah banyak dibicarakan.

(tst/chs)

[Gambas:Video CNN]