Sering Diremehkan, Ternyata Jengkol Itu Banyak Gizinya

Jakarta, c4d-forum.de

Dengan baunya yang khas dan menyengat, Anda mungkin pernah bertanya-tanya, apa sebenarnya kandungan gizi yang tersimpan dalam sepotong jengkol?

Jengkol jadi salah satu makanan yang cukup umum dikonsumsi masyarakat Indonesia. Bisa diolah jadi beberapa jenis masakan seperti semur, balado, atau hanya lalapan dengan sambal terasi.

Rasa enak ini terkadang membuat orang kalap memakannya tanpa memikirkan takaran maksimal yang bisa dikonsumsi.

Dokter spesialis gizi klinis di RSIA Melinda Bandung Johanes Casay Chandrawinata mengatakan, jengkol kaya akan serat. Bahkan, tak sedikit orang yang buang air besarnya lancar setelah melahap jengkol.

“Seperti sayuran atau kacang-kacangan lainnya, jengkol ini tinggi serat. Termasuk banyak seratnya jengkol ini,” kata Johanes saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Selain serat, zat gizi lainnya yang terkandung dalam 100 gram jengkol adalah sebagai berikut:

– kalori 140 kkal,
– protein 6,3 gram,
– karbohidrat 29 gram,
– lemak 0,1 gram,
– kalsium 29 miligram.

Selain itu, ada juga beberapa vitamin yang terkandung dalam jengkol, seperti vitamin A, vitamin B1, hingga vitamin C, meski dalam jumlah yang terbatas.

“Ini untuk gizi per 100 gram jengkol segar yang belum diolah menjadi masakan apa pun,” kata Johanes.

Meski bergizi, namun Johanes mengingatkan agar masyarakat tetap membatasi asupan jengkol. Gara-garanya adalah senyawa asam jengkolat yang dimiliki jengkol.

Zat asam jengkolat ini bisa mengkristal di ginjal hingga menyebabkan terjadinya gangguan kencing atau penyakit sakit kencing.

“Tidak ada aturan berapa harus makan jengkol, karena ada juga orang yang hanya makan satu sudah sakit. Jadi kenali saja diri, cocok tidak makanan ini dengan tubuh kita,” kata dia.

Baca Juga :  6 Rekomendasi Tempat Bukber di Jakarta, Menu Nusantara-Internasional

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]