Sudah Masuk Indonesia, Apakah Cacar Monyet Mematikan?

Jakarta, c4d-forum.de

Cacar monyet masuk Indonesia, namun apakah cacar monyet mematikan? Kasus ini ditemukan pada seorang pria yang baru pulang bepergian dari luar negeri.

Ciri-ciri atau gejala cacar monyet yang dialami pasien cacar monyet di Indonesia antara lain mengalami demam, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam di area wajah, tangan, kaki, dan sekitar organ intim.

“Ada cacarnya atau ruamnya di muka, telapak tangan, kaki, dan sebagian sekitar alat genitalia,” ujar Syahril, Sabtu (20/8).

Lantas, apa saja ciri-ciri cacar monyet?

Cacar monyet sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus langka. Penyakit ini menular saat kontak dekat melalui cairan tubuh, termasuk saat berhubungan intim dan tetesan pernapasan atau droplet.

Pada dasarnya, gejala cacar monyet mirip dengan jenis cacar lainnya. Namun, gejala umumnya muncul dengan tingkat yang lebih ringan.

Perbedaan utama terletak pada pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh cacar monyet.

“Ciri yang membedakan infeksi cacar monyet dari cacar lainnya adalah pembengkakan kelenjar getah bening,” tulis Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat.

Tanda-tanda cacar monyet biasanya muncul 7-14 hari setelah paparan virus. Berikut beberapa gejala yang perlu diperhatikan:

– demam,
– sakit kepala,
– nyeri otot,
– sakit punggung,
– pembengkakan kelenjar getah bening,
– kelelahan,
– ruam yang biasanya muncul 1-3 hari setelah demam.

Lantas apakah cacar monyet mematikan?

Mengutip laman UN, dalam kebanyakan kasus, gejala cacar monyet akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Mengutip NYTimes, cacar monyet menyebabkan gejala yang dapat berkisar dari tidak menyenangkan hingga menyakitkan, meskipun jarang mematikan. Setidaknya enam kematian, dari 25 ribu kasus, telah dilaporkan di tempat-tempat di mana virus itu tidak diketahui ada sebelum wabah saat ini.

Baca Juga :  3 Jenis 'Bahan Obat Herbal' Berbahaya Salah satunya Obat Herbal Kuat

Risiko kematian lebih tinggi untuk anak-anak dan orang-orang yang kekebalannya terganggu atau hamil.

Gejalanya adalah luka, yang bisa terlihat seperti jerawat atau lecet. Mereka bisa sakit, terutama di daerah sensitif seperti alat kelamin dan anus.

Hanya saja sekitar tiga dan enam persen kasus yang dilaporkan di negara-negara endemik, itu dapat menyebabkan komplikasi medis dan bahkan kematian.

Risiko cacar monyet untuk menyebabkan kematian ini juga dilaporkan lebih tinggi pada bayi yang baru lahir, anak-anak, dan orang dengan defisiensi sistem kekebalan mungkin berisiko mengalami gejala yang lebih parah dan kematian akibat penyakit tersebut.

Banyak dari kasus fatal adalah anak-anak atau orang yang mungkin memiliki kondisi kesehatan lain.

Gejalanya adalah luka, yang bisa terlihat seperti jerawat atau lecet. Mereka bisa sakit, terutama di daerah sensitif seperti alat kelamin dan anus. Hanya saja apakah cacar monyet mematikan atau tidak, itu tergantung pada kondisi seseorang.




Foto: Dok. Allo Bank

(chs)

[Gambas:Video CNN]