Suspek Cacar Monyet di Jawa Tengah, Kenali Gejalanya

Jakarta, c4d-forum.de

Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa seorang pasien berstatus suspek cacar monyet Jawa Tengah belum dapat dipastikan apakah terjangkit virus cacar monyet hingga saat ini.

“Untuk pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan cacar monyet atau bukan, akan dilakukan pemeriksaan laboratorium PCR untuk memastikannya,” kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril saat dikonfirmasi di Jakarta, pada Rabu (3/8).

Mengutip Antara, Syahril yang juga menjabat sebagai Dirut RSPI Sulianti Saroso Jakarta mengatakan pasien tersebut diketahui seorang laki-laki berusia 55 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan luar negeri.

Pasien berstatus suspek tersebut saat ini sedang menjalani perawatan di ruang isolasi salah satu RS swasta di Jawa Tengah untuk proses penyembuhan. Menurutnya, penyakit tersebut bisa jadi cacar biasa atau penyakit lain.

Ia juga mengatakan bahwa Kemenkes hingga kini masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan jenis penyakit yang dialami pasien bersangkutan.

“Sampai sekarang sedang kami cek ke Dinas Kesehatan Jawa Tengah oleh petugas Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes,” kata Mohammad Syahril.

Dikonfirmasi secara terpisah, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu belum memberikan komentar lebih jauh perihal hasil investigasi lanjutan.

Namun untuk mencegah penyebaran cacar monyet seperti pada suspek cacar monyet di Jawa Tengah, ada beberapa gejala yang harus diwaspadai.

Melansir Pusat Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), gejala cacar monyet mirip dengan cacar lain, tetapi lebih ringan. Perbedaan utama antara gejala cacar dan cacar monyet adalah bahwa cacar monyet menyebabkan kelenjar getah bening membengkak (limfadenopati) sedangkan cacar tidak.

“Ciri yang membedakan infeksi cacar monyet dari cacar adalah perkembangan pembengkakan kelenjar getah bening,” kata CDC.

Baca Juga :  Hati-hati, Ada 3 Posisi Bercinta yang Bisa Bikin Patah Penis

Gejala cacar monyet biasanya muncul dalam 7 sampai 14 hari, tetapi juga dapat berkisar antara 5 sampai 21 hari setelah terinfeksi.

Beberapa gejala cacar monyet yang perlu diperhatikan:

1. Demam
2. Sakit kepala
3. Nyeri otot
4. Sakit punggung
5. Pembengkakan kelenjar getah bening
6. Panas dingin
7. Kelelahan

Kemudian dalam 1 sampai 3 hari setelah demam, pasien akan mengalami ruam. Sering dimulai dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lain.

Ruam terdiri dari lesi yang berkembang dalam urutan berikut:

* Makula, atau lesi berubah warna datar
* Papula atau lesi yang sedikit terangkat
* Vesikel atau benjolan dengan cairan bening
* Pustula atau benjolan dengan cairan kekuningan
* Keropeng

Lesi akan menghilang setelah mengering. Gejala cacar monyet umumnya berlangsung 2 hingga 4 minggu dan hilang tanpa pengobatan seperti suspek cacar monyet Jawa Tengah

“Pengobatan umumnya mendukung karena tidak ada obat khusus yang tersedia. Namun, vaksin tersedia yang dapat diberikan untuk mencegah perkembangan penyakit,” kata Profesor Kesehatan Masyarakat Internasional di London School of Hygiene & Tropical Medicine Jimmy Whitworth, dalam sebuah pernyataan, dilansir dari CNN.

 

(del/chs)

[Gambas:Video CNN]