Tak Perlu Alat Pengukur Khusus, Ini 6 Tanda Udara Tercemar

Jakarta, c4d-forum.de

Untuk mengetahui apakah udara di sekitar kita tercemar, ternyata tidak memerlukan alat atau aplikasi khusus. Sesungguhnya, ada sejumlah tanda yang bisa Anda ketahui lewat cara sederhana apakah udara tercemar di sekitar kita.

Pertengahan Juni lalu, kualitas udara di DKI Jakarta tercatat paling buruk sedunia, menurut situs AQ Index. Kualitas udara Jakarta berada di angka 183 US AQI dengan PM 2.5 118 µg/m³ dan PM 10 sebesar 20,6 µg/m³.

Menurut Alberth Christian Nahas, Koordinator Sub Bidang Informasi Gas Rumah Kaca BMKG, PM 2.5 cukup jadi perhatian, karena banyak penyebabnya dan berdampak bahaya terhadap fisiologis manusia dan tumbuhan.

Akan tetapi, untuk mengetahui kualitas udara di satu tempat, Anda perlu alat ukur atau aplikasi penyedia informasi kualitas udara. Padahal, ada cara sederhana untuk mengetahui tanda udara di sekitar kita tercemar.

1. Jarak pandang terbatas

Tanda udara tercemar paling sederhana adalah saat jarak pandang Anda berkurang. Alberth memberikan contoh saat Anda membuka jendela balkon rumah dan yang tampak justru lapisan mirip kabut tipis.

“Sudah siang tapi kok kayak kabut, kondisi sekitar enggak jelas? Kita bisa yakin ini polusi udara,” kata Alberth dalam temu media bersama Bicara Udara di Artotel Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

2. Mata berair

Selain mengganggu jarak pandang, mata biasanya akan terasa perih dan berair. Dilansir dari Pollution Solutions Online, saat polutan atau bakteri di udara dalam konsentrasi tinggi, mata akan terasa panas, pedih dan berair.

3. Kepala pusing

Saat kepala pusing, Anda patut curiga ini tanda udara tercemar. Seperti dilansir dari Live Science, polutan seperti karbon monoksida dan karbon dioksida akan menimbulkan pusing dan vertigo.

Baca Juga :  Waspada 8 Tanda Paru-paru Tidak Sehat

Anda akan langsung tahu bahwa penyebab pusing adalah udara tercemar saat pergi dari area tersebut.




Ilustrasi kualitas udara yang tercemar polusi. (CNNIndonesia/Hesti Rika)

4. Sakit kepala

Seperti kepala pusing, sakit kepala bisa dipicu keracunan karbon monoksida. Anda pun bisa sakit kepala jika berada di ruangan dengan sirkulasi udara buruk sebab kadar karbon dioksida begitu tinggi.

5. Kelelahan

Jika Anda memiliki asma, Anda sangat rentan kelelahan saat berada di lingkungan dengan kualitas udara buruk. Dibanding orang yang tidak memiliki asma, orang dengan asma akan cepat lelah meski tidak melakukan aktivitas berat.

Pada orang yang memiliki asma aktif, ada kemungkinan mereka mengalami kelelahan karena tekanan psikologis demi mencoba mengendalikan gejala mereka atau menghindari kambuh.

6. Bersin-bersin

Bersin atau batuk bisa jadi tanda udara tercemar. Tubuh memiliki mekanisme saat mendeteksi keberadaan benda asing di dalam tubuh termasuk saluran nafas. Bersin dan batuk inilah salah satu mekanismenya.

Buat mereka yang memiliki alergi, kualitas udara buruk akan memicu kondisi alergi lebih buruk.

(els/wiw)

[Gambas:Video CNN]