Tarif Jip Wisata Merapi Kini Naik Gara-gara Harga BBM Melonjak

Jakarta, c4d-forum.de

Pengusaha layanan mobil jip wisata lereng Gunung Merapi, Yogyakarta, memutuskan untuk menaikkan ongkos angkutan menyusul lonjakan tarif bahan bakar minyak (BBM).

Kenaikan tarif mencapai hingga Rp50 ribu per paket perjalanan salah satunya diberlakukan oleh Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM).

“Tarifnya masing-masing paket naik Rp50 ribu. Itu mulai hari kita putuskan tanggal 4 September kemarin,” kata Ketua AJWLM Wilayah Barat Kabupaten Sleman, Dardiri saat dihubungi, Selasa (6/9).

Dardiri merinci, untuk Paket I atau termurah dengan rute Museum Mini Sisa Hartaku, The Lost World Park atau Batu Alien, lalu manuver air kini dibanderol Rp350 ribu sekali jalan.

Menurut Dardiri, tarif baru ini telah disesuaikan dengan penghitungan pengeluaran operasional lain di samping bahan bakar, seperti suku cadang yang diyakininya bakalan ikut terkerek harga jualnya.

“Onderdil umpamanya, dari baut itu harganya Rp2 ribu, itu akan naik. Ban, oli, itu kalau kita hitung ya sangat berat,” jelasnya.

“Ya, kalau untuk solar itu naiknya cuma sekian persen. Cuma dampaknya itu (kenaikan) kebutuhan itu ada onderdil, di manapun ya seperti itu,” sambung Dardiri.




Wisata jip Gunung Merapi. (Foto: c4d-forum.de/Tunggul)

Menurut Dardiri, hanya sekitar 25 persen dari total seluruh anggota di asosiasinya yang memakai solar untuk bahan bakar jip mereka. Sisanya menggunakan pertalite.

Namun, tak jarang para pengusaha merogoh kocek lebih untuk pembelian Dexlite atau Pertamina Dex, karena adanya pembatasan pembelian BBM jenis subsidi, sementara calon penumpang yang terlanjur memesan layanan juga sudah tidak bisa menunggu lagi.

Lebih jauh, Dardiri berpendapat kenaikan tarif Rp50 ribu tidaklah terlampau berlebihan menimbang layanan yang diberikan.

“Karena kita dengan asumsi naik Rp50 ribu ini kan sudah ter-cover, dari Jasa Raharja, destinasi wisata di lereng Merapi, itu yang membayar kita. Itu sudah ter-cover semuanya, untuk wisatawan sudah betul-betul tidak mengeluarkan biaya lagi untuk tambahan apapun,” imbuhnya.

Pihaknya, selain itu juga masih memberikan dispensasi bagi calon wisatawan yang telah mencatatkan pemesanan sejak sebelum tanggal 4 September 2022. Pasalnya, memang ada yang telah melakukan booking untuk Desember tahun ini.

“Yang sudah order terlanjur ya dipakai dulu, nggak apa-apa. Cuma kita juga sudah koordinsi sama travel, biro atau lewat medsos sudah kita sampaikan bahwa per tanggal 4 (September) harganya naik,” pungkasnya.

Terpisah, salah seorangpengusahajipwisata pantai di wilayah Bantul, Hendra Nurdiyansyah mengaku belum kepikiran untuk menaikkan ongkos layanannya.

Hendra berujar, dia masih memakai tarif lama untuk setiap paket wisata tersedia. Dimulai dari short trip yang dipatok Rp350 ribu sekali jalan dengan rute Gumuk Pasir, Lorong Cemara Sewu, Pantai Cemara Sewu, Pantai Parangkusumo, Pantai Parangtritis, dan Pantai karang.

Kemudian paling mahal senilai Rp750 ribu adalah long trip dengan layanan meliputi rute short trip, rute medium trip, ditambah naik ke Bukit Paralayang dan Bukit Soka di atas Pantai Parangtritis.

“Tarifnya masih sama dari dulu, atau belum ada kenaikan. Kalau dari kami mau menaikkan ongkos trip, kami lihat-lihat keadaan dulu untuk saat ini,” kata Hendra.

(kum/wiw)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Gejala Hepatitis Misterius pada Anak yang Terjadi di Beberapa Negara