Vaksin Kanker Serviks Bisa Buat Mandul, Mitos atau Fakta?

Jakarta, c4d-forum.de

Menteri Kesehatan Ri Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin kanker serviks atau HPV akan jadi vaksin wajib untuk warga Indonesia secara gratis.

Vaksin HPV sendiri sebenarnya bukan jenis vaksin baru di Indonesia. Sejak beberapa waktu lalu, banyak orang yang mempertanyakan keamanannya termasuk soal mitos bahwa vaksin kanker serviks ini bisa menyebabkan kemandulan pada wanita.

Benarkah vaksin kanker serviks yang jadi vaksin wajib di Indonesia bisa menyebabkan kemandulan?

“Sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan kejadian Premature Ovarian Failure (POF) dengan penggunaan vaksin HPV,” tulis Kementerian Kesehatan RI dalam laman resminya.

“POF sekarang disebut oleh komunitas ilmiah sebagai Primary Ovarian Insufficiency (POI), adalah istilah yang digunakan oleh praktisi medis ketika ovarium seorang wanita berhenti bekerja normal sebelum dia berusia 40 tahun. Hal ini jarang terjadi pada remaja.”

Senada dengan Kemenkes, dokter Spesialis Kebidanan Kandungan di RS Pondok Indah Puri Indah, Ni Komang Yeni Dhana Sari mengungkapkan bahwa vaksin kanker serviks yang jadi vaksin wajib di Indonesia tidak menyebabkan kemandulan, gangguan siklus menstruasi, ataupun menopause dini. 

“Itu mitos, vaksin ini tdk berpengaruh apapun terhadap kandungan dan siklus menstruasi, apalagi mempercepat menopause ya, itu hoaks,” ucapnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (19/4). 

“Vaksin ini sama seperti vaksin lain, ini kan dia berasal dari kloningan virus penyebab kankernya, jadi hal yang terjadi pada tubuh satu-satunya hanya membentuk antibodi untuk melawan virus penyebab kanker saja.”

“Kalau ada yang takut bikin mandul atau mens tidak lancar setelah vaksin, ini sama sekali tidak benar. Vaksin ini juga telah dilakukan berbagai uji klinis yang cukup panjang dan diserahkan ke masyarakat setelah dipastikan keamanannya.”

Baca Juga :  Fakta-fakta Vaksin Kanker Serviks yang Bakal Diwajibkan Tahun Depan

Sejak pertama kali mendapat izin edar pada tahun 2006, lebih dari 200 juta dosis vaksin HPV telah dipakai di seluruh dunia. WHO merekomendasikan agar vaksin HPV masuk dalam program imunisasi nasional.

Vaksinasi kanker serviks atau HPV merupakan pencegahan primer kanker serviks dimana tingkat keberhasilannya dapat mencapai 100 persen jika diberikan sebanyak 2 kali pada kelompok umur wanita yang belum pernah terinfeksi HPV yaitu pada anak perempuan umur 9-13 tahun.

Hanya saja penelitian terbaru yang diungkap WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) mengungkapkan bukti bahwa vaksin dosis tunggal ampuh melindungi perempuan dari kanker serviks.

SAGE mengungkapkan satu dosis ini sama ampuhnya dengan 2-3 dosis vaksin HPV.

“Vaksin HPV sangat efektif untuk pencegahan HPV serotipe 16 & 18, yang menyebabkan 70 persen kanker serviks,” kata Alejandro Cravioto, Ketua SAGE.

(tst/chs)

[Gambas:Video CNN]