Viral Kena Bell’s Palsy Gara-gara Kipas Angin, Benarkah?

Jakarta, c4d-forum.de

Seorang wanita asal Balikpapan, Kalimantan Timur mengaku terkena sindrom bell’s palsy kipas angin hingga setengah otot wajahnya melemah. 

Hal Ini terjadi karena pengaruh air conditioner atau AC dan kipas angin yang selalu dinyalakan di malam hari serta langsung menghadap ke wajahnya.

Apa benar bell’s palsy bisa muncul karena terlalu sering terpapar dingin dari AC dan kipas angin?

Bells palsy merupakan kelemahan yang muncul tiba-tiba pada otot di satu sisi wajah. Melansir Mayo Clinic, pada beberapa kasus kelemahan bersifat sementara tapi bisa meningkat secara signifikan selama berminggu-minggu.

Kelemahan ini membuat separuh wajah tampak sulit digerakkan. Misalnya saat menutup mata, bagian mata lain tidak akan tertutup. Bahkan ketika mencoba tersenyum sebagian bibir tidak akan ikut tersenyum.

Hampir semua orang bisa mengalami masalah ini. Namun penyebab pastinya memang belum diketahui, termasuk diagnosis bell’s palsy akibat kipas angin.  Yang kerap dikeluhkan adalah gara-gara AC. 

Caesar Zahka, konsultan neurologis di Burjeel Hospital mengungkapkan banyak orang yang terkena bell’s palsy setelah mereka berpindah dari ruang yang panas (seperti hot shower) ke ruang dingin dengan semprotan AC tinggi.

Sementara itu, para ahli menduga bell’s palsy bisa terjadi karena pembengkakan dan peradangan pada saraf yang mengontrol otot-otot di satu sisi wajah. Ini bisa disebabkan oleh reaksi yang terjadi setelah infeksi virus.

Mengutip NORD, alih-alih kipas angin, gangguan virus dan kekebalan lebih sering dijadikan penyebab gangguan ini. Gejala berkembang karena kekurangan suplai darah dan tekanan pada saraf kranial akibat pembengkakan saraf.

Bell’s palsy mempengaruhi pria dan wanita dalam jumlah yang sama. Orang tua lebih mungkin terkena bell’s palsy daripada anak-anak, tetapi gangguan tersebut dapat mempengaruhi individu dari segala usia.

Baca Juga :  IDAI Wanti-wanti Covid-19 Jelang PTM, Anak Harus Vaksin Lengkap

Wanita hamil atau individu dengan diabetes atau penyakit pernapasan bisa lebih berisiko terkena penyakit ini. 

Gejala bell’s palsy biasanya muncul secara tiba-tiba. Berikut di antaranya:

– tiba-tiba lumpuh total di salah satu sisi wajah;
– wajah sulut berekspresi seperti tersenyum;
– air liur berlebih;
– nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga;
– lebih peka terhadap suara;
– sakit kepala.

Meski demikian ada baiknya juga untuk tak terlalu sering terpapar kipas angin agar tak terkena bell’s palsy kipas angin. 

(tst/chs)

[Gambas:Video CNN]