Viral Konten ‘Paksa Berhijab’, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Jakarta, c4d-forum.de

Baru-baru ini media sosial ramai membicarakan konten seorang pemengaruh atau influencer yang mengajak wanita menggunakan hijab untuk menutup auratnya.

Konten tersebut jadi perbincangan karena berisi ajakan berhijab yang dianggap kelewat memaksa orang lain. Misalnya saja dengan menyudutkan secara langsung perempuan yang tak berhijab, tanpa mempertimbangkan opini atau latar belakang orang tersebut. 

Beberapa video yang kini tengah ramai itu pun dianggap terlalu berlebihan. Mulai dari judul hingga gambar yang ditampilkan di video itu dianggap terlalu menjual sensasi, misalnya penggunaan kata atau frasa yang terlalu dramatis di judul dan thumbnail.

Lantas, bagaimana pandangan Islam terkait hal ini, apakah boleh mengajak orang berhijab dengan cara memaksa dan menjual sensasi seperti yang dilakukan akun tersebut?

Kyai yang juga menjabat sebagai salah satu pengurus wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta Syamsul Maarif mengatakan Islam memang mengajarkan umatnya untuk saling mengajak dalam berbuat kebaikan. Termasuk menutup aurat dan menggunakan hijab bagi wanita.

“Menutup aurat itu kewajiban umat Islam, baik wanita dan pria. Itu kewajiban individual. Alangkah baiknya jika merupakan kesadaran sendiri dan mengingatkan sesama muslim jauh lebih baik lagi,” kata Syamsul saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (29/8).

Akan tetapi hal baik ini bisa berubah menjadi mudharat atau hal buruk jika ajakan dilakukan dengan paksaan bahkan terkesan menakut-nakuti. 

Kata Syamsul, orang yang mengajak malah mendapat dosa dan angkara murka dari Allah SWT. Apalagi jika ajakan itu juga dilakukan dengan cara mempermalukan pihak yang diajak dengan cara menampilkan gambar, video atau bahkan foto-foto orang tersebut.

“Jadi mudharat, jadi dosa. Bukan pahala yang didapat, karena semuanya harus dilakukan perlahan dan tidak memaksa, ingat ini ajakan bukan paksaan,” kata dia.

Baca Juga :  Apa Itu Wukuf di Arafah: Keutamaan dan Doa Wukuf

Hal sama juga diungkap oleh Kyai Ahmad Fahrur Rozi atau biasa dipanggil Gus Fahrur. Dia menyebut, ajakan menggunakan hijab dan menutup aurat adalah sesuatu yang disukai Allah SWT tapi harus dilakukan perlahan dan bukan paksaan.

“Kebaikan tidak boleh dipaksakan, dakwah itu mengajak dan menyampaikan, selebihnya adalah hidayah Allah SWT,” katanya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Hal ini menurut dia sesuai dengan Firman Allah SWT dalam QS Al-Qasshash ayat 56 dan Al-Baqarah ayat 272, yakni sebagai berikut;

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah (ilham dan taufiq) kepada orang-orang yang engkau cintai” (QS. al-Qashash: 56)

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ

“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. al-Baqarah: 272).

(tst/chs)

[Gambas:Video CNN]