Vitamin C Bisa Bikin Iritasi Wajah, Begini Cara Tepat Menggunakannya

Jakarta, c4d-forum.de

Vitamin C menjadi salah satu bahan aktif yang paling umum digunakan dalam perawatan kulit karena segudang manfaatnya.

Agen antioksidan dan anti-inflamasi ini tidak hanya membantu mencerahkan kulit dan mengurangi hiperpigmentasi, tetapi juga menghalangi radikal bebas yang bersembunyi di lingkungan sehari-hari dan menjaga kulit tetap sehat dan terlindungi.

Hampir setiap jenis kulit dapat memperoleh manfaat dari vitamin C. Namun, mereka yang memiliki kulit berjerawat mungkin ingin mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk menghindari berjerawat.

Bukan karena vitamin C itu sendiri yang menyebabkan atau memperburuk jerawat, melainkan potensi iritasi yang diakibatkannya. Potensi ini bisa meningkat jika Anda salah mengaplikasikan vitamin C.

Terlebih lagi, jenis vitamin C tertentu bisa lebih menjengkelkan daripada yang lain. Contohnya, asam L-askorbat merupakan salah satu bentuk vitamin C yang populer dapat menyebabkan kulit sensitif dan berjerawat menjadi lebih reaktif.

Cara Menggunakan Vitamin C untuk Kulit yang Benar

Jika Anda memiliki kulit yang rentan berjerawat dan ingin merasakan manfaat dari vitamin C, berikut cara-cara amannya yang dilansir dari Sunday Edit.

1. Perhatikan kandungan vitamin-c yang terdapat pada produk

Alih-alih asam L-askorbat, Anda dapat menggunakan jenis vitamin C yang lebih lembut dan ramah di kulit yang disebut askorbat THD. Vitamin C jenis ini stabil, kuat, dan efektif dalam mencerahkan kulit dan membuatnya lebih sehat.

2. Gunakan produk dengan kadar vitamin C rendah

Vitamin C dapat mengiritasi kulit pada konsentrasi di atas 20 persen. Maka dari itu, penting untuk memulai dengan kadar yang lebih rendah, sekitar 10 persen, dan menggunakan produk yang tepat (pelembap, toner atau serum), terutama jika menggunakan produk pengering jerawat lainnya.

Baca Juga :  Apa Itu Nifas, Tahapan dan Ciri-ciri Darah yang Keluar

3. Kombinasikan dengan vitamin A

Anda dapat menggunakan krim malam atau serum yang mengandung retinoid setelah menggunakan produk dengan vitamin C. Hal ini dapat meningkatkan pergantian sel untuk mencegah pori-pori tersumbat yang dapat menyebabkan jerawat dan mengurangi sel-sel kulit mati di permukaan kulit.

4. Hindari mencampurkan vitamin C dengan benzoil peroksida

Meskipun benzoil peroksida adalah obat anti-jerawat yang populer, dokter kecantikan Marina Peredo mengingatkan bahwa benzoil peroksida dapat mengoksidasi vitamin C, sehingga menjadikannya kurang efektif.

(del/asr)

[Gambas:Video CNN]