Wanita Haid Dilarang ke Pulau Komodo, Begini Penjelasannya

Jakarta, c4d-forum.de

Taman Nasional Komodo (TNK) yang meliputi Pulau Komodo, Pulau Padar, dan perairan di sekitarnya tengah menjadi sorotan publik, menyusul kenaikan tarif masuk menjadi Rp3,75 juta per orang mulai 1 Agustus 2022.

Tarif baru itu dianggap terlalu mahal bagi wisatawan, sehingga para pelaku pariwisata setempat menggelar aksi protes atas kebijakan tersebut. Selain itu, jumlah wisatawan yang ke Taman Nasional Komodo juga dibatasi yakni hanya 200 ribu kunjungan per tahun.

Taman Nasional Komodo memang menjadi magnet bagi wisatawan. Bukan hanya karena keberadaan komodo yang merupakan hewan purba, tapi juga pemandangan alam di sekitarnya yang indah.

Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua orang bisa mengunjungi Taman Nasional Komodo? Bagi Anda wanita yang tengah dalam masa haid atau menstruasi, dilarang datang ke Taman Nasional Komodo.

Alasannya, wanita haid akan menarik perhatian para komodo. Hal itu disampaikan Peneliti bidang zoologi, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Evy Ayu Arida.

“Jangan coba-coba, Menstruasi kan hanya tiga sampai empat hari, jangan di waktu itu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, nanti tujuannya mau lihat komodo, malah komodo nanti yang lihatin kita,” terang Evy dalam sebuah kesempatan diskusi publik seperti dikutip dalam laman resmi LIPI.




Ilustrasi wanita sedang haid. (Foto: istockphoto/LukaTDB)

Mengutip Smithsonian, komodo bisa mencium bau darah (termasuk darah haid) dan juga aroma kematian dalam radius 9,6 km. Bau darah disebut akan memancing komodo untuk mendekat.

Apa sebenarnya yang membuat wanita yang tengah menstruasi bisa dikejar komodo?

“Darah menstruasi terdiri dari sel-sel endometrium yang menebal yang mengelupas jika tidak ada kehamilan, darah sebenarnya dari arteri di dalam rahim, dan terkadang menggumpal,” kata pakar kesehatan wanita Jennifer Wider kepada Self.

Gregorius Afioma, dari LSM Sunspirit, saat diwawancara oleh CNNIndonesia.com mengungkapkan bahwa komodo termasuk binatang yang tak agresif. Artinya sekalipun komodo mencium bau darah, mereka tak akan langsung memangsa targetnya.

Walau bisa lari hingga 20km/jam, komodo tak gemar mengejar mangsanya. Hewan berdarah dingin ini lebih suka membuat jebakan untuk mencari makan.

Komodo yang termasuk naga purba ini tak memangsa makanan saat itu juga. Komodo bakal menunggu mangsa menjadi bangkai. Tidak heran komodo bakal tertarik pada aroma darah tidak segar termasuk darah menstruasi.

Komodo lebih sering beraktivitas di pagi hari. Selebihnya, binatang ini justru asyik leyeh-leyeh di bawah pohon.




Pulau KomodoKomodo sedang beristirahat di bawah pohon. (Foto: c4d-forum.de/Martahan Sohuturon)

Imbauan ini bukan untuk menakut-nakuti pengunjung sebab sempat ada turis yang dikejar komodo karena tidak mengindahkan aturan.

Jika pengunjung beruntung, ia bisa selamat karena pemandu wisata bergerak cepat. Pengunjung juga bisa menyelamatkan diri dengan memanjat pohon. Namun jika terkena gigitannya, ini bisa jadi masalah.

Dari laman resmi Kominfo, riset pada 2009 menyebut gigitan komodo bisa menyuntikkan racun pada korbannya. Kelenjar racun terdapat di rahang bawah mulut komodo. Selama ini, orang menganggap air liur komodo yang jadi penyebab kematian mangsa. Disebut, air liur mengandung ribuan bakteri penyebab infeksi tetapi nyatanya gigitan komodo memang mengandung racun mematikan.

Meski terdengar mengerikan, komodo biasanya tidak akan kembali memangsa jika sudah kenyang. Namun lokasi wisata tetap menyediakan pemandu wisata untuk memastikan keamanan pengunjung.

(els/wiw)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Mengejar Tornado dan Misi ke Mars di Taman Futuroscope Prancis